<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kelapahijau's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kelapahijau.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kelapahijau.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Oct 2008 04:06:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kelapahijau.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a24e1aa644fafadc9c6630e93aa888d1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kelapahijau's Weblog</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>KUNYIT  (Curcuma longa Linn.)</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/kunyit-curcuma-longa-linn/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/kunyit-curcuma-longa-linn/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:06:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman & Obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Sinonim :
Curcuma domestica Val. C. domestica Rumph. C. longa Auct.
Familia :
Zingiberaceae
Uraian :
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=121&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sinonim :<br />
Curcuma domestica Val. C. domestica Rumph. C. longa Auct.<br />
Familia :<br />
Zingiberaceae</p>
<p>Uraian :<br />
Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.<br />
<span id="more-121"></span><br />
Nama Lokal :<br />
Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);</p>
<p>Penyakit Yang Dapat Diobati :<br />
Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken);</p>
<p>Pemanfaatan :<br />
1. Diabetes mellitus<br />
Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam<br />
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air<br />
sampai mendidih, kemudian disaring.<br />
Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.</p>
<p>2. Tifus<br />
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto<br />
Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis,<br />
kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di<br />
saring.<br />
Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu<br />
berturut-turut.</p>
<p>3. Usus buntu<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula<br />
kelapa/aren. Garam secukupnya.<br />
Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian<br />
dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air<br />
panas, kemudian disaring.<br />
Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara<br />
teratur.</p>
<p>4. Disentri<br />
Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air<br />
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.<br />
Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.</p>
<p>5. Sakit Keputihan<br />
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah<br />
asam, 1 potong gula kelapa/aren<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air<br />
sampai mendidih, kemudian di saring.<br />
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.</p>
<p>6. Haid tidak lancar<br />
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh<br />
biji pala, 1/2 genggam daun srigading.<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian<br />
direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring<br />
Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.</p>
<p>7. Perut mulas pada saat haid<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm,<br />
1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut<br />
untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk<br />
nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.<br />
Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan<br />
diminum pada hari pertama haid.</p>
<p>8. Memperlancar ASI<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit<br />
Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus<br />
Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada<br />
1 kali setiap 2 hari.</p>
<p>9. Cangkrang (Waterproken)<br />
Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,<br />
Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus<br />
Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.</p>
<p>10. Amandel<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu<br />
Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya,<br />
kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk<br />
sampai merata dan disaring<br />
Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.</p>
<p>11. Berak lendir<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4  sendok makan<br />
kapur sirih<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2<br />
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.<br />
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.</p>
<p>12. Morbili<br />
Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle<br />
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai<br />
halus<br />
Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak</p>
<p>Komposisi :<br />
KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 &#8211; 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya</p>
<p>Sumber : Iptek.Net</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=121&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/kunyit-curcuma-longa-linn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suami Takut Istri di Akhirat</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/suami-takut-istri-di-akhirat/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/suami-takut-istri-di-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 03:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.
Salah seorang malaikat berkata: &#8220;Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri&#8221;.
Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=119&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Salah seorang malaikat berkata: &#8220;Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang di-dominasi oleh istri&#8221;.</p>
<p>Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan &#8220;suami yang mendominasi istri&#8217;, yang lainnya berada dalam barisan &#8220;suami yang didominasi istri&#8221;.</p>
<p>Melihat itu, marahlah malaikat: &#8220;Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!&#8221;,sambung malaikat, &#8220;Kau membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada dibarisan ini.&#8221;</p>
<p>Pria itu berkata: &#8220;Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri disini dan nggak boleh kemana-mana.&#8221; Malaikat :&#8221;Hhhhh&#8230;????&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=119&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/10/16/suami-takut-istri-di-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seputar Zakat Fithri</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/24/seputar-zakat-fithri/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/24/seputar-zakat-fithri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 04:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.
Hikmah Disyari’atkan Zakat Fithri
Di antara hikmah zakat fithri adalah untuk menyucikan hati orang yang berpuasa dari perkara yang tidak bermanfaat dan kata-kata yang kotor. Ibnu Abbas radhiyallahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=110&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Segala puji bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> kepada keluarganya dan para pengikutnya.</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Hikmah Disyari’atkan Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Di antara hikmah <a title="Zakat Fitri" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/zakat-fitri.html" target="_blank">zakat fithri</a> adalah untuk menyucikan hati orang yang berpuasa dari perkara yang tidak bermanfaat dan kata-kata yang kotor. Ibnu Abbas <em><span style="font-family:Georgia;">radhiyallahu ‘anhuma</span></em> berkata,</span></p>
<p style="line-height:140%;"><em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor, sekaligus untuk memberikan makan orang-orang miskin.”</span></em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud</span></em>, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Selain itu juga, zakat fithri akan mencukupi kaum fakir dan miskin dari meminta-minta pada hari raya ‘idul fithri sehingga mereka dapat bersenang-senang dengan orang kaya pada hari tersebut dan syari’at ini juga bertujuan agar kebahagiaan ini dapat dirasakan oleh semua kalangan. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Minhajul Muslim</span></em>, 23 dan <em><span style="font-family:Georgia;">Majelis Bulan Ramadhan</span></em>, 382)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Hukum Zakat Fithri</span></strong></p>
<p style="line-height:140%;"><span id="more-110"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Zakat Fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnu Umar <em><span style="font-family:Georgia;">radhiyallahu ‘anhuma</span></em>,</span></p>
<p style="line-height:140%;"><em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun yang budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.”</span></em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> (HR. An Nasai. Dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih wa Dho’if Sunan Nasa’i</span></em>, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Catatan:</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> Perlu diperhatikan bahwa shogir (anak kecil) dalam hadits ini tidak termasuk di dalamnya janin. Karena ada sebagian ulama seperti Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa janin juga wajib dikeluarkan zakatnya. Hal ini kurang tepat karena janin tidaklah disebut shogir dalam bahasa Arab juga secara ‘urf (anggapan orang Arab) (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Shifat Shaum Nabi</span></em>, 102). Namun jika ada yang mau membayarkan zakat fithri untuk janin tidaklah mengapa karena dahulu sahabat Utsman bin ‘Affan pernah mengeluarkan zakat fithri bagi janin dalam kandungan. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Majelis Bulan Ramadhan</span></em>, 381)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Yang Berkewajiban Membayar Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Zakat fithri ini wajib ditunaikan oleh:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:140%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Setiap muslim sedangkan orang kafir tidak wajib untuk menunaikannya, namun mereka akan dihukum di akhirat karena tidak menunaikannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:140%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Yang mampu mengeluarkan zakat fithri. Menurut mayoritas ulama, batasannya adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Jadi apabila keadaan seseorang demikian berarti dia mampu dan wajib mengeluarkan zakat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"><br />
</span><span style="font-size:16pt;line-height:140%;color:black;"></span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> </span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="margin-left:36pt;line-height:140%;"><em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">“Barangsiapa meminta dan padanya terdapat sesuatu yang mencukupinya, maka seseungguhnya dia telah mengumpulkan bara api.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana ukuran mencukupi? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seukuran makanan yang mengenyangkan sehari-semalam.”</span></em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> (HR. Abu Daud, Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Abi Daud</span></em>) (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>, II/80)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Bagaimana dengan anak dan istri yang menjadi tanggungan suami, apakah perlu mengeluarkan zakat sendiri-sendiri? Menurut Imam Nawawi, kepala keluarga wajib membayar zakat fithri keluarganya. Bahkan menurut Imam Malik, Syafi’i dan mayoritas ulama wajib bagi suami untuk mengeluarkan zakat istrinya karena istri adalah tanggungan nafkah suami. (<em><span style="font-family:Georgia;">Syarh Nawawi ‘ala Muslim</span></em>, VII/59). Namun menurut Syaikh Ibnu Utsaimin, jika mereka mampu, sebaiknya mereka mengeluarkannya atas nama diri mereka sendiri, karena pada asalnya masing-masing mereka terkena perintah untuk menunaikannya. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Majelis Bulan Ramadhan</span></em>, 381). <em><span style="font-family:Georgia;">Wallahu a’lam.</span></em></span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Kapan Seseorang Mulai Terkena Kewajiban Membayar Zakat Fithri?</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri pada saat terbenamnya matahari di malam hari raya. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Syafi’i dan Imam Nawawi dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Syarh Muslim</span></em> VII/58, juga dipilih oleh Syaikh Ibnu Utsaimin dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Majlis Syahri Ramadhan</span></em>. Alasannya karena zakat ini merupakan saat berbuka dari puasa Ramadhan. Oleh karena itu, zakat ini dinamakan demikian (disandarkan pada kata <strong><span style="font-family:Georgia;">fithri</span></strong>) sehingga hukumnya juga disandarkan pada waktu fithri tersebut.</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Misalnya adalah apabila seseorang meninggal satu menit sebelum terbenamnya matahari pada malam hari raya, maka dia tidak punya kewajiban dikeluarkan zakat fithri. Namun, jika ia meninggal satu menit setelah terbenamnya matahari maka wajib untuk mengeluarkan zakat fithri darinya. Begitu juga apabila ada bayi yang lahir setelah tenggelamnya matahari maka tidak wajib dikeluarkan zakat fithri darinya, tetapi dianjurkan sebagaimana perbuatan Utsman di atas. Namun, jika bayi itu terlahir sebelum matahari terbenam, maka zakat fithri wajib untuk dikeluarkan darinya (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Majelis Bulan Ramadhan</span></em>, 385).</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Macam Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Benda yang dijadikan zakat fithri adalah berupa makanan pokok manusia, baik itu kurma, gandum, beras, kismis, keju, dsb dan tidak dibatasi pada kurma atau gandum saja (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Majelis Bulan Ramadhan</span></em>, 383 &amp; <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>, II/82). Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh Malikiyah, Syafi’iyah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Majmu’ Fatawa</span></em> dan hal ini diselisihi oleh Hanabilah. Adapun Nabi <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau gandum karena ini adalah makanan pokok penduduk Madinah. Seandainya itu bukan makanan pokok mereka tetapi mereka mengkonsumsi makanan pokok lainnya, maka beliau <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> tentu tidak akan membebani mereka mengeluarkan zakat fithri yang bukan makanan yang biasa mereka makan. Sebagaimana juga dalam membayar kafaroh diperintahkan seperti ini. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="line-height:140%;"><em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">“Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu.”</span></em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> (QS. Al Maidah [5] : 89). Dan zakat fithri merupakan bagian dari kafaroh. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>, II/82)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Ukuran Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Umar di atas bahwa zakat fithri adalah seukuran satu sho’ kurma atau gandum. Satu sho’ dari semua jenis ini adalah seukuran ‘empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang’ sebagaimana yang disebutkan dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Kamus Al Muhith</span></em>. Dan apabila ditimbang akan mendekati ukuran 3 kg. Jadi kalau di Jawa makanan pokoknya adalah beras, maka ukuran zakat fithrinya sekitar 3 kg dan inilah yang lebih hati-hati. (Lihat pendapat Syaikh Ibnu Baz dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Majmu’ Fatawa</span></em>-nya V/92 atau Majalah Al Furqon Th. I, ed 2)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Bolehkan Mengeluarkan Zakat Fithri dengan Uang ?</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Perlu diketahui bahwa pakaian, tempat tidur, bejana, perabot rumah tangga, serta benda-benda lainnya <strong><span style="font-family:Georgia;">selain makanan tidak dapat digunakan untuk membayar zakat fithri</span></strong>. Sebab Nabi <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> mewajibkan pembayaran zakat fithri dengan makanan (sebagaimana dapat dilihat pada hadits Ibnu Abbas di atas), dan ketentuan beliau ini tidak boleh dilanggar. Oleh karena itu, tidak boleh mengganti makanan dengan uang yang seharga makanan dalam membayar zakat fithri karena ini berarti menyelisihi perintah Rasulullah <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em>. Dan alasan lainnya adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:140%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Selain menyelisihi perintah Rasulullah <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> juga menyelisihi amalan shabat <em><span style="font-family:Georgia;">radhiyallahu ‘anhum</span></em> yang menunaikannya dengan satu sho’ kurma atau gandum. Ingatlah! Rasulullah <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> pernah bersabda yang artinya, <em><span style="font-family:Georgia;">“Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang mendapat petunjuk.”</span></em> (HR. Abu Daud &amp; Tirmidzi, dia mengatakan hadits ini hasan shohih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:140%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Zakat fithri adalah suatu ibadah yang diwajibkan dari suatu jenis tertentu. Oleh sebab itu, posisi jenis barang yang dijadikan sebagai alat pembayaran zakat fithri itu tidak dapat digantikan sebagaimana waktu pelaksanaannya juga tidak dapat digantikan. Jika ada yang mengatakan bahwa menggunakan uang ‘</span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">kan</span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> lebih bermanfaat. Maka kami katakan bahwa Nabi yang mensyariatkan zakat dengan makanan tentu lebih sayang kepada orang miskin dan tentu lebih tahu mana yang lebih manfaat bagi mereka. Allah yang mensyari’atkannya pula tentu lebih tahu kemaslahatan hamba-Nya yang fakir dan miskin, tetapi Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan dengan uang.</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Perlu diketahui pula bahwa pada zaman Rasulullah <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> sudah terdapat mata uang. Tetapi kok beliau <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> tidak memerintahkan sahabatnya untuk membayar dengan uang? Seandainya diperbolehkan dengan uang, lalu apa hikmahnya beliau <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> memerintahkan dengan satu sho’ gandum atau kurma? Seandainya boleh menggunakan uang, tentu Nabi <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> akan mengatakan kepada umatnya, ‘Satu sho’ gandum atau harganya.’</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Terakhir, menurut mayoritas ulama fiqh tidak boleh menggunakan uang yang senilai makanan untuk membayar zakat fithri, namun yang membolehkannya adalah Abu Hanifah juga Umar bin Abdul Aziz. Imam Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa perkataan Abu Hanifah ini tertolak. Karena “Tidaklah Rabbmu itu lupa”. Seandainya zakat fithri dengan uang itu dibolehkan tentu Allah dan Rasul-Nya akan menjelaskannya. (Lihat Majalah Al Furqon Th. I, ed 2 &amp; <em><span style="font-family:Georgia;">Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah</span></em>, 230-231)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Penerima Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Penerima zakat fithri hanya dikhususkan <strong><span style="font-family:Georgia;">untuk orang miskin</span></strong> dan bukanlah dibagikan kepada 8 golongan penerima zakat (sebagaimana terdapat dalam </span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">surat</span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> At Taubah:60). Inilah pendapat Malikiyah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyelisihi mayoritas ulama. Pendapat ini lebih tepat karena lebih cocok dengan tujuan disyariatkannya zakat fithri yaitu untuk memberi makan orang miskin sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas di atas, <em><span style="font-family:Georgia;">“… untuk memberikan makan orang-orang miskin.”</span></em> (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>, II/85)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Ibnul Qayyim dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Zadul Ma’ad</span></em>, II/17 mengatakan bahwa berdasarkan petunjuk beliau <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> zakat fithri itu hanya dikhususkan kepada orang miskin. Dan beliau <em><span style="font-family:Georgia;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></em> tidak pernah membagikannya kepada 8 ashnaf (sebagaiman dalam Surat At Taubah: 60) dan beliau juga tidak pernah memerintahkan demikian dan tidak ada seorang sahabat pun dan tabi’in yang melakukannya.</span></p>
<p style="line-height:140%;"><strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Waktu Mengeluarkan Zakat Fithri</span></strong><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Zakat fithri disandarkan kepada kata ‘fithri (berbuka artinya tidak berpuasa lagi)’. Karena fithri inilah sebabnya, maka zakat ini dikaitkan dengan fithri tersebut dan tidak boleh didahulukan. Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat itu ada dua macam. Pertama adalah waktu utama (afdhol) yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied. Dan kedua adalah waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan Ibnu Umar. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam</span></em>, 640 &amp; <em><span style="font-family:Georgia;">Minhajul Muslim</span></em>, 231)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Ibnu Abbas berkata,</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;color:black;"></span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> </span><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"></span></p>
<p style="line-height:140%;"><em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan kotor, sekaligus untuk memberikan makan untuk orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘ied, maka itu adalah zakat yang diterima. Namun, barangsiapa yang menunaikannya setelah salat ‘ied maka itu hanya sekedar shodaqoh.”</span></em><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;"> (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Dalam <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud</span></em>, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Hadits ini merupakan dalil bahwa pembayaran zakat fithri setelah shalat ‘ied tidak sah karena hanya berstatus sebagaimana sedekah pada umumnya dan bukan termasuk zakat fithri (<em><span style="font-family:Georgia;">At Ta’liqot Ar Rodhiyah</span></em>, I/553, ed)</span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">Namun kewajiban ini tidak gugur di luar waktunya. Kewajiban ini harus tetap ditunaikan walaupun statusnya hanya sedekah. Abu Malik Kamal (Penulis <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>) mengatakan bahwa pendapat ini merupakan kesepakatan para ulama yaitu kewajiban membayar zakat fithri tidaklah gugur apabila keluar waktunya. Hal ini masih tetap menjadi kewajiban orang yang punya kewajiban zakat karena ini adalah utang yang tidak bisa gugur kecuali dengan dilunasi dan ini adalah hak sesama anak Adam. Adapun hak Allah, apabila hak tersebut diakhirkan hingga keluar waktunya maka tidak dibolehkan dan tebusannya adalah istigfar dan bertaubat kepada-Nya. (Lihat <em><span style="font-family:Georgia;">Shohih Fiqh Sunnah</span></em>, II/84). <em><span style="font-family:Georgia;">Wallahu a’lam bish showab. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</span></em></span></p>
<p style="line-height:140%;"><span style="font-size:8.5pt;line-height:140%;font-family:Georgia;color:black;">***</span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Georgia;color:black;">Disusun oleh: Muhammad Abduh Tuasikal<br />
Dimuroja’ah oleh: Ustadz Aris Munandar<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=110&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/24/seputar-zakat-fithri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Tidak Kecopetan</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/18/tips-agar-tidak-kecopetan/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/18/tips-agar-tidak-kecopetan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena kesengajaan tetapi karena ada kesempatan
1. Bila anda perempuan bawalah tas anda dengan baik, bila perlu kempit di ketiak anda, karena copet rata-rata tidak suka bau ketiak yang tidak sedap.
2. Bila anda laki-laki pastikan dompet anda selalu disaku anda, karena bila disaku orang lain berarti anda sudah … Kecopeetaan.
3. Buatlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=105&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena kesengajaan tetapi karena ada kesempatan</p>
<p>1. Bila anda perempuan bawalah tas anda dengan baik, bila perlu kempit di ketiak anda, karena copet rata-rata tidak suka bau ketiak yang tidak sedap.</p>
<p>2. Bila anda laki-laki pastikan dompet anda selalu disaku anda, karena bila disaku orang lain berarti anda sudah … Kecopeetaan.</p>
<p>3. Buatlah bingung sang copet dengan membawa uang anda terbagi pada seluruh kantong saku</p>
<p>4. Pastikan anda selalu tidak bawa uang, dan pasti anda tidak akan pernah dicopet, sebab anda tidak punya uang.</p>
<p>5. Bila anda selalu bawa uang pastikan dompet atau tas anda di dalamnya berlapis seng, sebab copet tidak akan bisa menyilet dompet atau tas anda, atau.</p>
<p>6. Selipkan uang anda diantara ikan asin belanjaan anda, karena copet tidak suka bau ikan asin, kecuali kucing.<br />
<span id="more-105"></span><br />
7. Kalau anda bawa uang banyak lebih baik ditaruh kantong plastik bening dan dikalungkan di leher, anda pasti tidak akan di copet ………. Hanya di ruammpook saja.</p>
<p>8. Kalau sudah yakin ketemu copet, ajaklah makan bersama di restoran dan berilah uang saku, anda tidak akan di copet tapi dikira gila.</p>
<p>9. Bila terpaksa anda harus belanja, pastikan bersama rombongan dan pilihlah tempat di tengah, anda pasti tidak akan kecopetan, ………. Tapi entah teman anda yang ada di paling pinggir.</p>
<p>10. Tips terakhir yang paling jitu adalah pastikan anda tidak pernah pergi kemana-mana, so … pasti tidak kecopetan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=105&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/18/tips-agar-tidak-kecopetan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengajian: Tip-tip Khusyu&#8217; dalam sholat</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/09/pengajian-tip-tip-khusyu-dalam-sholat/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/09/pengajian-tip-tip-khusyu-dalam-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Allah berfirman :
Peliharalah segala shalat [mu], dan [peliharalah] shalat wusthaa [1]. Berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’. (al-Baqarah: 238) Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
(al-Baqarah: 45) Khusyu&#8217; merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu&#8217; sholat seakan tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=99&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Allah berfirman :<br />
Peliharalah segala shalat [mu], dan [peliharalah] shalat wusthaa [1]. Berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’. (al-Baqarah: 238) Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,<br />
(al-Baqarah: 45) Khusyu&#8217; merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu&#8217; sholat seakan tidak mempunyai makna<br />
bagi pelakunya, karena sholat hanya berupa aktifitas fisik yang rutin, tanpa kenikmatan dan tanpa rasa hidmat di dalamnya.<br />
Menghancurkan dan merusak kekhusyu&#8217;an dalam sholat adalah salah satu misi syetan di dunia ini. Firman Allah dalam menceritakan misi syetan tersebut: Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [ta’at]. (al-A&#8217;raaf: 17)<br />
Rasulullah s.a.w. bersabda<br />
Yang pertama akan hilang ari umatku adalah khusyu&#8217;, hingga kalian tidak lagi melihat orang khusyu&#8217;. (H.R. Tabrani. Sahih)</p>
<p><span id="more-99"></span><br />
Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu&#8217;, dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu&#8217;&#8221; (al-Madarij 1/521).<br />
Maka khsyu&#8217; ini juga merupakan salah satu sifat orang beriman. Allah berfirman:<br />
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (1) [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.<br />
Ibnu Katsir mengatakan: khusyu&#8217; adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu&#8217; karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu&#8217; adalah sadarnya hati seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).</p>
<p>Tempat khusyu&#8217; adalah di dalam hari dan membekas ke seluruh tubuh manusia. Kalau hati sudah tidak khusyu&#8217; maka seluruh anggota tubuh tidak lagi beribadah secara serius karena hati ibarat komandonya dan anggota badan adalah tentaranya. Khusyu&#8217; juga menjadi bukti keikhlasan.  Karena hanya mereka yang ikhlash ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu&#8217; secara sempurna. Tanpa<br />
keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu&#8217;an palsu atau yang sering disebut kekhusyu&#8217;an dusta.<br />
Ibnu Qayyim mengatakan ada dua jenis khusyu&#8217;, yaitu khusyu&#8217; iman dan khusyu&#8217; munafik. khusyu&#8217; Iman adalah hatinya menghadap Allah dengan penghormatan, pengagungan, ketenangan, penuh harapan dan rasa malu, lalu hatinya penuh dengan cinta dan pengakuan kepada Allah yang membekas ke seluruh anggota badannya. Adapun khusyu&#8217; munafik adalah fisiknya khusyu&#8217; tapi hatinya tidak. Para sahabat sering berdoa: Ya Allah lindungilah aku dari khusyu&#8217; munafik. (Ruh 314).<br />
Ulama mengatakan bahwa hukum khusyu&#8217; adalah wajib, karena banyaknya dalil yang menganjurkan khusyu&#8217; dan mencela orang yang tidak khusyu&#8217; dalam sholat. Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221;Lima sholat yang diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbaiki wudlunya dan melaksanakan sholat pada waktunya, menyempurnakan ruku&#8217;nya dan kekhusyu&#8217;annya, maka ia mendapatkan janji Allah untuk mengampuninya. Barang siapa tidak melakukan itu, maka ia tidak mendapatkan janji Allah, kalau Allah berkehendak maka<br />
Mengampuninya, kalau Allah berkehendak maka akan menyiksanya.&#8221; (H.R. Abu Dawud – sahih)</p>
<p>Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221;Barang siapa berwudlu dan memperbaiki wudlunya kemudaian ia sholat dua rakaat, ia konsentrasikan hati dan wajahnya (dan tidakdiganggu oleh nafsunya), maka ia akan diampuni dosanya yang telah telah lewat. (H.R. Bukhari).<br />
Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:&#8221;Banyak sekali orang yang sholat hanya mendapatkan capek berdiri&#8221; (H.R. Nasai: hasan).</p>
<p><strong>Tip menghadirkan khusyu dalam sholat</strong><br />
Menghadirkan khusyu&#8217; dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara.</p>
<p>Pertama: mengupayakan amalan-amalan yang merangsang kekhusyu&#8217;an dan kedua: menghilangkan hal-hal yang merusak kekhusyu&#8217;an.</p>
<p>Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu&#8217;an adalah sbb:<br />
1.     Persiapkan diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya, berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum sholat, mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat. Bukan bergegas sholat ketika waktu hampir lewat.<br />
2.     Thoma&#8217;ninah: yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thma&#8217;ninah hingga semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.) Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221;Seburuk-buruk pencuri adalah pencuri sholat. Bagaimana itu wahai Rasulullah, tanya sahabat. &#8220;Mereka yang tidak menyempurnakan ruku&#8217; dan sujudnya. (H.R. Ahmad dan Hakim: sahih). Seseorang tidak akan bisa khusyu&#8217; tanpa thoma&#8217;ninah ini karena cepatnya pergerakan sholat telah menghilangkan kekhusyu&#8217;an dan konsentrasi hati.<br />
3.     Ingat kematian saat sholat. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:&#8221;Ingatlah mati saat kamu sholat, sesungguhnya seseorang yang ingat mati saat sholat maka ia akan memperbaiki sholatnya, dan sholatlah seperti sholatnya orang yang mengira itu sholatnya yang terakhir&#8221; (Dailami: sahih). Rasul juga pernah berpesan kepada Abu Ayub r.a. &#8220;Sholatlah seperti sholatnya orang yang pamitan&#8221; (Ahmad: sahih).<br />
4.     Tadabbur (menghayati) ayat-ayat Quran yang dibaca saat sholat, begitu juga dzikir-dzikir dan bacaan sholat lainnya lainnya serta menyerapkannya dalam diri mushalli. Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (Shad:29).<br />
Dari Hudzaifah r.a. :Aku sholat di belakang Rasulullah s.a.w., satu malam. Beliau membaca dengan bebas. Ketika melewati ayat di dalamnya ada tasbih, beliau bertasbih, ketika melewati ayat permintaan beliau meminta dan ketika melewati ayat minta perlindungan, beliau pun meminta perlindungan&#8221; (Muslim).<br />
Tadabbur dan tafakkur terhadap ayat-ayat Allah merupakan pengantar kekhusyu&#8217;an. Begitu juga menangis saat mendengar atau membaca ayat-ayat Allah. Allah berfirman: Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.(Isra&#8217;:109) .<br />
Atho&#8217; pernah bertanya kepada Aisyah r.a.: ceritakan kepadaku apa yang paling kau kagumi dari Rasulullah, lalu Aisyah menangis. Suatu malam Rasulullah s.a.w. berdiri untuk sholat, beliau berkata: Wahai Aisyah biarkan aku menyembah Tuhanku. Sesungguhnya aku senang bersamamu dan aku senang menyenangkanmu&#8221;. Lalu beliau pun bangun dan sholat, lalu beliau sholat sambil menangis sehingga lantai kamarku basah karena air mata beliau. Lalu berkumandanglah adzan Bilal untuk subuh, ketika Bilal melihat mata Rasulullah basah karena menangis, Bilal pun bertanya:&#8221;Wahai Rasulullah, untuk apa engkau menangis padahal Allah telah mengampunimu dosamu yang lalu dan yang akan datang? Rasul menjawab: Wahai<br />
Bilal aku lebih suka untuk menjadi hamba yang banyak bersyukur. Malam ini diturunkan kepadaku ayat yang ruglilah orang yang membacanya dan tidak menghayatinya, yaitu ayat Ali Imran 190-194. (Ibnu Hibban:sahih) .<br />
5.     Membaca ayat satu-satu. Ini juga mengantarkan kepada khusyu&#8217; karena mengantarkan kepada pamahaman dan penghayatan. Umi Salamah berkata bahwa Rasulullah membaca fatihah dalam sholat dengan basmalah, lalu berhenti lalu membaca hamdalah lalu berhenti lalu membaca arrohmaanirrohiiim dan seterusnya. (Abu Dawud: sahih).</p>
<p>6.     Memperindah bacaan Quran dan tartil dapat mengantarkan kepada kekhusyu&#8217;an. Allah berfirman:<br />
Hai orang yang berselimut [Muhammad], (1) bangunlah [untuk sembahyang] di malam hari [1] kecuali sedikit [daripadanya] , (2) [yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (3) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (Muzammil 1-4)</p>
<p>Rasulullah s.a.w. berpesan:&#8221;Perindahlah al-Qur&#8217;an dengan suaramu yang merdu, karena suara yang indah akan memperindah al-Quran&#8221; (Hakim:sahih) . Dalam hadist lain beliau bersabda:&#8221;Sesungguhnya seindah-indah suara orang membaca Quran, adalah kalau ia membaca maka orang-orang yang mendengarnya akan takut kapada Allah. (Ibnu Majah: sahih).</p>
<p>7.     Beranggapan bahwa saat sholat ia sedang menghadap kepada Allah. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221;Sesungguhnya kalian apabila sholat maka sesungguhnya ia sedang bermunajat (bertemu) dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerti bagaimana bermunajat dengan Tuhan. Hakim: sahih).<br />
8.     Memperhatikan pembatas depan sholat. Sebaiknya ketika sholat menghadap pembatas depan, misalnya dinding atau pembatas yang polos. Tujuannya adalah agar pandangan mata kita tidak terganggu oleh obyek-obyek visual yang mengganggu konsentrasi kita. Rasulullah s.a.w. bersabda&#8221; Hendaklah kalian ketika sholat menaruh pembatas di depannya agar syetan tidak memutuskan sholatnya&#8221; (Abu Dawud: sahih). Sebaiknya pembatas tersebut berjarak tiga jengkal dari tempatnya berdiri dan sejengkal dari tempat sujudnya. (Fathul Bari).<br />
9.     Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada. Rasulullah s.a.w. bersabda: Kami para nabi diperintahkan agar dalam sholat meletakkan tangan kanan di atas atas tangan kiri (Thabrani:sahih) . Imam Ahmad menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar kita menundukkan diri di depan Allah dengan khusyu&#8217;. Ibnu Hajar mengatakan bahwa sikap seperti itu adalah sikap seorang yang meminta dengan merendahkan diri dan sikap seperti itu lebih mengantarkan kepada kekhusyu&#8217;an.<br />
10.     Mengarahkan pandangan mata pada tempat sujud. Dai Aisyah r.a. Rasulullah s.a.w. ketika sholat beliau menundukkan kepalanya dan pandangannya tertuju ke tempat sujud. (Hakim:sahih) . Begitu juga ketika beliau memasuki Ka&#8217;bah beliau tidak memalingkan pandangannya dari tempat sujudnya hingga keluar dari Ka&#8217;bah&#8221;. (Hakim: sahih). Bagaimana dengan pendapat sebagian orang yang melakukan sholat dengan memejamkan mata dengan dalih itu bisa mengantarkan kepada kekhsyu&#8217;an. Sesungguhnya itu bertentangan<br />
dengan contoh yang diberikan Rasulullah s.a.w. Beliau diriwayatkan tidak pernah sholat dengan memejamkan mata. Namun demikian para ulama beda pendapat mengenai masalah itu. Imam Ahmad mengatakan memejamkah mata saat sholat hukumnya makruh karena itu kebiasaan orang Yahudi. Sebagian ulama mengatakan tidak makruh asalnya demi tujuan baik, misalnya kalau tidak memejamkan mata terganggu oleh obyek-obyek visual yang ada di depannya atau di sekitar tempat sholat, maka memejamkan mata pada kondisi seperti itu dianjurkan.</p>
<p>11.     Sebagian ulama melihat bahwa meragamkan bacaan sholat dapat mengantarkan kepada kekhusyu&#8217;an karena menciptakan suasana baru dalam melaksanakan sholat. Misalnya redaksi bacaan doa iftitah, ruku&#8217;, sujud, I&#8217;tidal, duduk antara dua sujud dan tashahhud ada beberapa riwayat sahih yang berbeda-beda. Membacanya dengan redaksi yang berbeda-beda dapat mempersegar suasana sholat dan mengantarkan kepada kekhusyu&#8217;an. Begitu juga bacaan-bacaan surat setelah fatihah dapat dilakukan dengan variasi ayat yang berbeda-beda.</p>
<p>12.     Disunnahkan membaca ta&#8217;awwudz ketika merasakan ada gangguan konsentrasi dalam sholat. Konon ketika seorang hamba hendak melaksanakan sholat, syetan menurunkan pasukannya yang disebut Khanzab untuk mengganggu orang sholat. Abi &#8216;Ash r.a. berkata kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah syetan telah mengganggu sholatnya dan membolak balikkan bacaannya, Rasulullah bersabda: Itu syetan bernama<br />
Khanzab kalau kamu merasakannya maka bacalah ta&#8217;wudz lalu tiuplah ke kiri tiga kali&#8221;. Iapun melakukannya dan syetan tidak lagi mengganggunya. (Muslim). Rasulullah juga mengingatkan: Kalau kalian sholat maka datanglah syetan mengganggu kalian, sehingga kalian lupa hitungan rakaatnya. Kalau kalian merasakannya maka sujudlah dua kali ketika ia duduk (Bukhari). Rasulullah juga mengingatkan bahwa Syetan datang kepada kalian ketika sholat lalu membuka tempat duduk kalian, lalu ia merekayasa agar dia ragu apa<br />
kentut apa tidak, kalau kalian merasakan  itu janganlah membatalkan sholat hingga dengar suara atau mencium bau (Thabrani: sahih). Bahkan konon syetan juga menganggu orang yang sholat dengan isu-isu kebaikan seperti masalah dakwah, masalah sunnah, masalah keilmuan dan politik agar sholatnya tidak lagi terfokus.</p>
<p>13.     Bacalah cerita orang solih terdahulu bagaimana mereka berkhusyu&#8217; dalam sholatnya. Ali r.a. ketika hendak sholat maka mukanya berubah, lalu ia ditanyai tentang itu, beliau menjawab: datang waktu ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka menolak tapi aku kini membawanya. Konon mereka ketita sholat memerah wajahnya karena takut akan menghadap Allah. Salah seorang sahabat diceritakan terkena panah saat berperang, lalu ia minta agar dicabut saat ia sholat karena saat itu ia lupa semuanya dan hanya ingat Allah.<br />
14.     Berdoa dalam sholat, khususnya saat sujud. Rasulullah s.a.w. bersabda:&#8221;Kondisi paling antara hamba dan Tuhannya adalah saat sujud, maka perbanyaklah doa&#8221; (Muslim).</p>
<p>15.     Dzikir setelah sholat. Setelah melaksanakan sholatnya hendaknya seorang hamba melakukan dzikir selesai sholat  untuk memperkuat dan menyempurnakan sholatnya. Tentu saja tidak hanya dzikir dalam lisan tapi juga diresapi makna dan kandungannya. Adapun perkara-perkara yang mengganggu kekhusyu&#8217;an adalah sbb:</p>
<p>1.     Membersihkan tempat sholat dari hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti gambar-gambar dan ornamen yang menarik perhatian orang sholat. Aisyah r.a. pernah mempunyai kelambu di rumahnya berwarna-warni, lalu Rasulullah memintanya agar menyingkirkan itu karena itu mengganggu sholat beliau. (Bukhari). Maka hendaknya melakukan sholat di tempat yang jauh dari kebisingan dan banyak orang lalu lalang, tempat orang ngobrol, apalagi tempat hiburan dan bersenang-senang karena itu akan<br />
mengganggu kekhusyu&#8217;an sholat. Begitu juga agar lokasi sholat tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Rasulullah s.a.w. memerintahkan agar para sahabat melakukan sholat dhuhur saat cuaca agak dingin.<br />
2.     Memakai pakaian yang polos dan tidak banyak warna. Karena itu akan menarik pandangan mushalli dan mengganggu konsentrasinya dalam sholat. Rasulullah pernah sholat dan terganggu dengan kelambu Aisyah yang berwarna-warni lalu beliau meminta untuk menyingkirkannya. (Bukhari dll.).<br />
3.     Hindari solat di waktu makan. Rasulullah s.a.w. bersabda&#8221;Tidak baik sholat di hadapan makanan&#8221; (Muslim). Riwayat lain mengatakan &#8220;Ketika maka malam sudah siap dan datang waktu sholat, maka dahulukan makan malam&#8221; (Bukhari).</p>
<p>4.     Hindari menanah buang air besar, kecil dan angin. Rasulullah s.a.w. melarang sholat sambil menahan kencing (Ibnu Majah:sahih) . Riwayat lain mengatakan bahwa Rasululllah s.a.w. bersabda kalau kalian akan sholat dan ingin ke wc maka pergilah ke wc dulu (Abu Dawud:sahih) .</p>
<p>5.     Hindari sholat dalam keadaan ngantuk berat. Rasulullah s.a.w. bersabda &#8220;Kalau kalian sholat dan ngantuk maka tidurlah hingga ia mengerti apa yang dikatakan&#8221; (Bukhari). Riwayat lain dengan tambahan: ditakutkan ketika kalian ngantuk dan melakukan sholat maka ia tidak sadar maunya meminta ampunan Allah tapi malah mengumpat dirinya. (Bukhari)</p>
<p>6.     Hindari sholat di tempat yang kurang rata atau kuarng bersih karena itu akan menganggu konsentrasi saat sujud. Rasulullah s.a.w. bersabda &#8220;Janganlah kau membersihkan tempat sujudmu (dari kerikil) saat sholat, kalau terpaksa melakukannya maka itu cukup sekali (Abu Dawud:sahih) .<br />
7.     Jangan membaca terlalu keras sehingga mengganggu orang sholat di samping kita. Rasulullah s.a.w. bersabda &#8220;Ingatlah bahwa kalian semua menghadap Allah, janganlah saling mengganggu, jangan membaca lebih keras dari saudaranya dalam sholat&#8221; (Abu Dawud: sahih).<br />
8.     Jangan tengak-tengok saat sholat. Rasulullah s.a.w. mengingatkan bahwa tengak-tengok dalam sholat adalah gangguan syetan. (Bukhari). Dalam hadist lain dikatakan &#8220;Allah senantiasa melihat hambanya saat sholat selama ia tidak menengok, kalau menengok maka Allah meninggalkannya&#8221; (Abu Dawud: sahih).<br />
9.     Jangan melihat ke arah atas. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda &#8220;Ada orang-orang sholat sambil menghadap ke atas, mudah-mudahan matanya tidak kembali&#8221; (Ahmad:sahih) .<br />
10.     menahan mulut ketika ingin menguap. Sabda Rasulullah s.a.w. Ketika kalian menguap saat sholat, maka tahanlah sekuatnya karena syetan akan masuk ke mulut kalian&#8221; (Muslim).</p>
<p>11.     Jangan sholat seperti kebiasaan binatang. Dalam sebuah hadist Rasulullah s.a.w. melarang sholat seperti patukan gagak, duduknya harimau dan menjalankan ibadah di tempat yang satu seperti onta (Ahmad: sahih).</p>
<p>Akhirnya, khusyu&#8217; ini berat tapi dapat kita jalankan melalui latihan dan membiasakan diri. Salah satu upaya agar kita dapat melakukan khusyu&#8217; dengan mudah adalah dengan memperbanyak doa.<br />
Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Disusun Muhammad Niam<br />
Dari berbagai sumber.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=99&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/09/09/pengajian-tip-tip-khusyu-dalam-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/26/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/26/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[oleh Muhammad Yasrif
Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan
Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=93&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>oleh Muhammad Yasrif</em></strong></p>
<p>Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan</p>
<p>Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah &amp; Nasa’i)</p>
<p>Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.</p>
<p><strong>1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan …</strong><br />
Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.</p>
<p>Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo &amp; malas dan tidak berlindung di balik kata “Aku sedang puasa”.<br />
<span id="more-93"></span><br />
<strong>2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu</strong></p>
<p>Ini penyakit yang –diakui atau tidak– menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat “Muslim” dari dirinya.</p>
<p><strong>3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur</strong></p>
<p>Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat “balas dendam” atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya, tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.</p>
<p><strong>4. Berpuasa tapi juga melakukan ma’siat</strong></p>
<p>Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari.</p>
<p>Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang.</p>
<p>Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb.</p>
<p>“Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta, ghibah, namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya (pahala puasanya tertolak).”</p>
<p><strong>5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib</strong></p>
<p>Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; “Agar badan saya tetap fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak, tidur banyak sehingga saya tak loyo”. Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over (berlebihan).</p>
<p>6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah)</p>
<p>Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah), tidak utuh.</p>
<p><strong>6. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan</strong></p>
<p>Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.</p>
<p>Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila;</p>
<p>Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu’ dsb.</p>
<p>Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail (menghidupkan saat malam hari dengan ibadah)</p>
<p>Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang –bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.</p>
<p>Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk (wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)</p>
<p><strong>7. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan</strong></p>
<p>Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.</p>
<p><strong>8. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama’ah tanpa udzur/halangan (terutama untuk laki-laki muslim)</strong></p>
<p>Hukum shalat fardhu secara berjama’ah di masjid di kalangan para fuqaha’ adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu ‘ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat berjama’ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.</p>
<p><strong>9. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan</strong></p>
<p>Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.</p>
<p><strong>10. Semakin jarang membaca Al Qur’an dan maknanya</p>
<p>11. Semakin jarang bershadaqah</p>
<p>12. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan</p>
<p>13. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar</strong></p>
<p>Poin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum, adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama Ramadhan.<br />
<strong><br />
14. Biaya belanja &amp; pengeluaran (konsumtif) selama bulan Ramadhan lebih besar &amp; lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan (kecuali bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)</strong></p>
<p><strong>15. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan &amp; masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan</p>
<p>16. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa</strong></p>
<p>Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta’aala atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16 adalah orang-orang yang tertipu oleh “fatamorgana Ramadhan”, betapa tidak ? Pada hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi “produk Ramadhan” yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli.</p>
<p>Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan agamanya, karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan cenderung boros, dapat menggugah kita dari “fatamorgana Ramadhan”.</p>
<p>Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu a’lam bis shawaab. (Ahmad Rizal, Alumni STAIL, dan KMI Gontor-Ponorogo/Hidayatullah)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=93&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/26/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BULAN SYA&#8217;BAN : Persediaan Di Ambang Ramadhan</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/bulan-syaban-persediaan-di-ambang-ramadhan/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/bulan-syaban-persediaan-di-ambang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 14:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Setiap bulan dalam sepanjang tahun mengikut kiraan taqwim Hijriyyah mempunyai kelebihan tertentu dan keistimewaan beribadat di dalamnya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta‘ala menciptakan hari atau bulan itu ada yang baik dan ada yang lebih baik. Sebagaimana yang disebutkan oleh hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai kelebihan bulan Muharram, Rejab, Sya‘ban, Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=88&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.brunet.bn/gov/mufti/irsyad/pelita/2003/ic41_2003.htm"><strong></strong></a><span style="color:#009900;">Setiap bulan dalam sepanjang tahun mengikut kiraan taqwim Hijriyyah mempunyai kelebihan tertentu dan keistimewaan beribadat di dalamnya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta‘ala menciptakan hari atau bulan itu ada yang baik dan ada yang lebih baik. Sebagaimana yang disebutkan oleh hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai kelebihan bulan Muharram, Rejab, Sya‘ban, Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah sebagai bulan-bulan yang istimewa. Begitu juga dengan hari-hari tertentu seperti Juma‘at, Khamis dan Isnin mempunyai pelbagai fadhilat.</p>
<p>Bulan Sya‘ban Dan Galakkan Beribadat Di Dalamnya</p>
<p>Sekarang kita berada di bulan Sya‘ban. Bulan Sya‘ban juga mempunyai keistimewaan tersendiri di dalam Islam. Keadaan ini samalah juga dengan bulan-bulan yang lain yang mempunyai fadhilat tersendiri, sehingga menyebabkan kehadirannya sentiasa ditunggu-tunggu oleh mereka yang ahli ibadat sebagai masa mengaut pahala.</p>
<p>Bulan Sya‘ban adalah antara bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di mana Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam akan lebih banyak berpuasa di bulan ini. Pernah diriwayatkan bahawa Baginda tidak pernah berpuasa sunat dalam sebulan, lebih banyak daripada puasanya di bulan Sya‘ban.</p>
<p>Dalam makna yang lain Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyakkan puasa sunat di bulan Sya‘ban dibandingkan bulan-bulan yang lain. Oleh kerana itu amatlah dituntut bagi umat Islam mencontohi apa yang dilakukan oleh Baginda itu kerana selain memperbanyak amal kebajikan di bulan ini, ia juga merupakan suatu latihan rohani ke arah mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan Ramadhan.</p>
<p><strong>Amalan-Amalan Sunat Pada Bulan Sya‘ban</strong><strong><br />
</strong></span><span id="more-88"></span><span style="color:#009900;">Keistimewaan bulan ini bahawa amalan seluruh manusia diangkat untuk dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, maka sewajarnyalah sepanjang bulan ini diisikan dengan amal ibadah dan kebajikan. Maka antara amalan yang digalakkan pada bulan Sya‘ban adalah:</p>
<p><strong>1. Memperbanyak puasa sunat.</strong><strong><br />
</strong><br />
Bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lebih gemar berpuasa sunat dalam bulan Sya‘ban berbanding dengan bulan-bulan yang lain.</p>
<p><strong>2. Bertaubat dan beristiqhfar</strong><strong><br />
</strong><br />
Taubat ialah pembersihan rohani kerana taubat itu menjadi tuntutan dalam agama supaya setiap diri individu yang sememangnya tidak ma‘shum ini melakukan taubat pada setiap masa dan ketika. Tegasnya hukum taubat itu adalah wajib dari segi syara‘. Walau bagaimanapun sebenar-benar taubat itu ialah yang dikatakan taubat nasuha.</p>
<p>Taubat nasuha tidak akan tercapai tanpa mendatangkan terlebih dahulu syarat-syarat yang ditentukan. Umpamanya jika dosa itu antara hamba dengan Tuhan:</p>
<p>1. Hendaklah dia meninggalkan dosa atau maksiat itu.<br />
2. Hendaklah dia benar-benar menyesali dan merasa dukacita atas perbuatan maksiatnya itu.<br />
3. Hendaklah dia berjanji dan berazam untuk tidak akan kembali mengulangi melakukannya.</p>
<p>Manakala jika dosa itu bersangkut paut dengan hak orang lain, maka selain syarat-syarat sebagaimana yang disebutkan di atas, ditambah lagi satu syarat iaitu hendaklah membersihkan dirinya daripada hak orang itu atau orang yang melakukan dosa itu memohon maaf kepada orang berkenaan.</p>
<p>Selain daripada itu, peranan taubat itu sendiri tidak terhenti setakat membersihkan diri daripada segala dosa dan maksiat. Lebih daripada itu ia juga merupakan suatu cara untuk kita sentiasa berlindung diri kepada Allah subhanahu wa Ta‘ala memohon keberkatan ketika kita memulakan dan membuat sesuatu pekerjaan yang berfaedah dan mengharapkan kurnia, taufiq serta diselamatkan daripada ditimpa musibah, kesusahan, kesulitan dan sebagainya.</p>
<p>Adapun istighfar itu pula ialah pernyataan memohon ampun kepada Allah daripada semua dosa. Lafaz istighfar itu di antaranya ialahأستغفر الله العظيم bererti: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”.</p>
<p><strong>3. Memperbanyak zikir dan berdoa</strong><strong><br />
</strong><br />
Zikir ialah ucapan yang dilakukan dengan lidah atau mengingati Allah dengan hati, dengan ucapan atau ingatan yang mempersucikan Allah dan membersihkanNya dari sifat-sifat yang tidak layak untukNya.</p>
<p>Terdapat banyak ayat al-Qur’an dan hadis yang memerintahkan agar manusia mengambil berat tentang zikir. Banyak faedah yang diperolehi hasil daripada berzikir. Antaranya ialah:</p>
<p>i. Menenangkan hati:</p>
<p>Ini bersesuaian dengan janji Allah Subhanahu wa Ta‘ala bahawa orang-orang yang beriman itu tenang hati mereka dengan zikrullah. Ini kerana berzikir (mengingati Allah) itu mententeramkan hati manusia.</p>
<p>ii. Kawalan Diri dan Perlindungan Malaikat:</p>
<p>Seseorang itu merasa terkawal kerana Allah sentiasa menyertainya di mana sahaja dia berada. Akibatnya paling minima dia takut hendak berbuat maksiat dan bersedia pula untuk melakukan ketaatan.</p>
<p>Bahkan dia juga mendapat kawalan sepenuhnya daripada malaikat. Bagi orang yang sekadar duduk di majlis zikir sekalipun tidak bersama berzikir akan mendapat juga rahmat Allah dan kawalan malaikat.</p>
<p>iii. Terpelihara Daripada Godaan dan Pujukan Syaitan.</p>
<p>iv. Meningkatkan Rasa Kecintaan Kepada Allah:</p>
<p>Untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah, mestilah memahami dan menghayati bacaan tasbih, doa dan istighfar yang diucapkan itu.</p>
<p>Antara keistemewaan amalan zikir itu pula ialah:</p>
<p>i. Zikir boleh dilaksanakan bila-bila masa walaupun sedang melakukan pekerjaan tanpa terikat dengan waktu. Ia juga boleh dilaksanakan dalam keadaan duduk, tidur, berdiri dan baring.</p>
<p>ii. Boleh dilaksanakan walaupun dalam keadaan berhadas sama ada hadas kecil mahu pun hadas besar. Walau bagaimanapun makruh berzikir secara lisan ketika berada di dalam tandas.</p>
<p>Begitu juga dengan perkara doa. Doa boleh dilakukan tanpa mengira tempat dan masa. Doa ialah memohon sesuatu hajat atau perlindungan daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan cara merendahkan diri dan tawadhu‘ kepadaNya.</p>
<p>Selain daripada itu banyak lagi amal kebajikan yang boleh dilaksanakan di bulan Sya‘ban ini sebagai persiapan menyambut kedatangan Ramadhan seperti memperbanyakkan selawat atas junjungan besar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersembahyang sunat terutama di waktu malam, banyak bersedekah dan sebagainya. Maka rebutlah peluang dan kelebihan yang ada di bulan Sya‘ban ini untuk mempertingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, mengapa Baginda melebihkan berpuasa sunat di bulan Sya‘ban berbanding bulan-bulan yang lain? Baginda bersabda:</p>
<p>ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ<br />
(رواه النسائي)</p>
<p>Maksudnya: “Bulan itu (Sya‘ban) yang berada di antara Rejab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka supaya amal ibadah ku di angkat ketika aku berpuasa”.<br />
(Hadis riwayat an-Nasaie)</p>
<p><strong>Kelebihan Malam Nisfu Sya‘ban</strong><strong><br />
</strong><br />
Adapun kelebihan Malam Nisfu Sya‘ban itu telah disebutkan di dalam hadis shahih daripada Mu‘az bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :<br />
“Allah menjenguk datang kepada semua makhlukNya di Malam Nisfu Sya‘ban, maka diampunkan dosa sekalian makhlukNya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.”<br />
(Hadis riwayat Ibnu Majah, at-Thabrani dan Ibnu Hibban)</p>
<p>Di Malam Nisfu Sya‘ban juga, adalah di antara malam-malam yang dikabulkan doa. Berkata Imam asy-Syafi‘e dalam kitabnya al-Umm: “Telah sampai pada kami bahawa dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam iaitu: pada malam Jumaat, malam Hari Raya Adha, malam Hari Raya ‘Aidil fitri, malam pertama di bulan Rejab dan malam nisfu Sya‘ban.”</p>
<p>Menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban</p>
<p>Nisfu Sya‘ban ialah hari ke lima belas daripada bulan Sya‘ban. Malam Nisfu Sya‘ban merupakan malam yang penuh rahmat dan pengampunan daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Kenyataan ini dapat direnung kepada hadis yang diriwayatkan oleh Mu‘az bin Jabal Radhiallahu ‘anhu di atas.</p>
<p>Adapun cara menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban sebagaimana yang dilakukan sekarang ini <em>tidak berlaku pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan zaman para sahabat. Akan tetapi ia berlaku pada zaman tabi‘in dari penduduk Syam.</em> Menyebut al-Qasthalani dalam kitabnya al-Mawahib al-Ladunniyah, bahawa para tabi‘in daripada penduduk Syam seperti Khalid bin Ma‘dan dan Makhul, mereka beribadat dengan bersungguh-sungguh pada Malam Nisfu Sya‘ban. Maka dengan perbuatan mereka itu, mengikutlah orang ramai pada membesarkan malam tersebut.</p>
<p>Para tabi‘in tersebut menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban dengan dua cara:</p>
<p>1. Sebahagian mereka hadir beramai-ramai ke masjid dan berjaga di waktu malam (qiamullail) untuk bersembahyang sunat dengan memakai harum-haruman, bercelak mata dan berpakaian yang terbaik.</p>
<p>2. Sebahagiannya lagi melakukannya dengan cara bersendirian. Mereka menghidupkan malam tersebut dengan beribadat seperti sembahyang sunat dan berdoa dengan cara bersendirian.</p>
<p>Ada pun cara kita sekarang ini menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban dengan membaca Al-Qur’an seperti membaca surah Yasin, berzikir dan berdoa dengan berhimpun di masjid-masjid atau rumah-rumah persendirian sama ada secara berjemaah atau perseorangan adalah tidak jauh berbeza dengan apa yang dilakukan oleh para tabi‘in itu.</p>
<p><strong>Amalan-Amalan Bid‘ah Dalam Bulan Sya‘ban</strong><strong><br />
</strong><br />
Dalam keghairahan kita menghidupkan Malam Nisfu Sya‘ban itu dengan berbagai cara ibadat, kita perlu berhati-hati agar tidak melakukan perkara-perkara bid‘ah.</p>
<p>Di antara perkara bid‘ah itu ialah bersembahyang sunat Nisfu Sya‘ban. Sembahyang ini sebenarnya tiada tsabit dalam ajaran Islam. Imam an-Nawawi dan Imam Ibnu Hajar telah menafikan adanya sembahyang sunat Nisfu Sya‘ban kerana suatu sembahyang itu disyariatkan cukup dengan sandarannya sama ada dari nash Al-Qur’an atau pun hadis.</p>
<p>Jika seseorang itu masih juga ingin untuk melakukan sembahyang, maka sayugialah dia mengerjakan sembahyang-sembahyang sunat yang lain seperti sunat Awwabin (di antara waktu maghrib dan Isya’), sembahyang tahajjud, akhirnya sembahyang witir atau sembahyang sunat muthlaq bukan sembahyang sunat Nisfu Sya‘ban. Sembahyang sunat muthlaq ini boleh dikerjakan pada bila-bila masa sahaja sama ada pada Malam Nisfu Sya‘ban atau pada malam-malam yang lain.</p>
<p>Adalah mendukacitakan pada malam yang penuh berkat dan keampunan itu, wujud perkara-perkara yang tidak selari dengan syara‘, iaitu adanya orang yang membuat hiburan atau mengadakan konsert pada Malam Nisfu Sya‘ban. Apatah lagi jika hiburan atau permainan yang diadakan itu melibatkan ramai orang Islam sehingga terlepas untuk merebut peluang beribadat dan berdoa pada malam tersebut. Perbuatan seumpama ini setentunya menyumbang kepada maksiat.</p>
<p>Sesunguhnya bulan Sya‘ban itu adalah bulan di mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam lebih banyak berpuasa sunat dibandingkan pada bulan-bulan yang lain, iaitu sebagai persiapan dan persediaan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Amalan Baginda itu sewajarnya dicontohi oleh sekalian umat Islam disamping bulan Sya‘ban itu sendiri mempunyai kelebihan yang tersendiri seperti Malam Nisfu Sya‘ban.</span></p>
<p>Sumber : Muslimah Melayu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=88&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/bulan-syaban-persediaan-di-ambang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengajian : FOREX DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/pengajian-forex-dalam-pandangan-hukum-islam/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/pengajian-forex-dalam-pandangan-hukum-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 03:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Asia Forex On Line
Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.
Perbandingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=86&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber : <a href="http://tinyurl.com/5fjqgl">Asia Forex On Line</a></p>
<p>Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.</p>
<p>Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.</p>
<p>Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum Islam.</p>
<p><strong>HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS</strong><br />
<span id="more-86"></span>1. Ada Ijab-Qobul: &#8212;&gt; Ada perjanjian untuk memberi dan menerima</p>
<p>• Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.</p>
<p>• Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.</p>
<p>• Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh m elaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)</p>
<p>2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:</p>
<p>• Suci barangnya (bukan najis)</p>
<p>• Dapat dimanfaatkan</p>
<p>• Dapat diserahterimakan</p>
<p>• Jelas barang dan harganya</p>
<p>• Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya</p>
<p>• Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan</p>
<p>Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.</p>
<p>&#8220;Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan&#8221;. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas&#8217;ud)</p>
<p>Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah: ”Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya&#8221;.</p>
<p>Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: Kesulitan itu menarik kemudahan.</p>
<p>Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya.</p>
<p>Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.</p>
<p><strong>JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.</p>
<p>Dengan demikian akan timbul penawaran dan permintaan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)</p>
<p><strong>FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS</strong></p>
<p>Fatwa Dewan Syari&#8217;ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).</p>
<p>MENIMBANG :<br />
1. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.<br />
2. Bahwa dalam &#8216;urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.<br />
3. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman</p>
<p>MENGINGAT :<br />
• &#8220;Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: &#8220;&#8230;Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba&#8230;&#8221;<br />
• &#8220;Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri : Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)&#8217; (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).<br />
• &#8220;Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa&#8217;i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari &#8216;Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: &#8220;(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum , sya&#8217;ir dengan sya&#8217;ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.&#8221;<br />
• &#8220;Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa&#8217;i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: &#8220;(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.&#8221;<br />
• &#8220;Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa&#8217;id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.<br />
• &#8220;Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara&#8217; bin &#8216;Azib dan Zaid bin A rqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).<br />
• &#8220;Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf : Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.&#8221;</p>
<p>MEMPERHATIKAN :<br />
1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878<br />
2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari&#8217;ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.</p>
<p>MEMUTUSKAN<br />
Dewan Syari&#8217;ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).</p>
<p>Pertama : Ketentuan Umum</p>
<p>Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :<br />
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).<br />
2. Ada kebutuhan transaks atau untuk berjaga-jaga (simpanan).<br />
3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).<br />
4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.</p>
<p>Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing</p>
<p>1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.<br />
2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pem belian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2&#215;24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa&#8217;adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).<br />
3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).<br />
4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unusru maisir (spekulasi).<br />
Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Ditetapkan di : Jakarta</p>
<p>Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M</p>
<p><em><strong>DEWAN SYARI&#8217;AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA</strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=86&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/08/12/pengajian-forex-dalam-pandangan-hukum-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengajian: Raktualisasi Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/21/pengajian-raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/21/pengajian-raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 07:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/21/pengajian-raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar/</guid>
		<description><![CDATA[Pandangan orang tentang arti hidup selalu berbeda. Pertanyaan seperti; untuk apa hidup bagi manusia, selalu berbeda jawabannya. Bagi umat Islam, hidup bukanlah sekedar untuk hidup. Hidup (di dunia) bukanlah tujuan. Kehidupan manusia merupakan proses dan tahapan yang akan berakhir di dunia dengan datangnya kematian. Sebagai proses, kita menyadari bahwa; hidup tentu memerlukan berbagai sarana. Sarana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=80&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pandangan orang tentang arti hidup selalu berbeda. Pertanyaan seperti; untuk apa hidup bagi manusia, selalu berbeda jawabannya. Bagi umat Islam, hidup bukanlah sekedar untuk hidup. Hidup (di dunia) bukanlah tujuan. Kehidupan manusia merupakan proses dan tahapan yang akan berakhir di dunia dengan datangnya kematian. Sebagai proses, kita menyadari bahwa; hidup tentu memerlukan berbagai sarana. Sarana yang paling mendasar secara fisik adalah aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Perbedaan hidup manusia dengan hidup yang dialami oleh makhluk lain, hanyalah terletak pada nilai dan makna. Sedangkan nilai dan makna hidup manusia ditentukan oleh aspek spiritual yang dibarengi sikap taawaun ala birri wannhayu anil mungkar. Hal ini tersirat dalam firman Allah Ta’alaa yang berbicara tentang “etos kerja” Qur’an Surat; Al Jumu’ah ayat 9 :<span id="more-80"></span>Artinya : “Maka, apabila telah ditunaikan sembahyang, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak, supaya kamu beruntung.”</p>
<p>Esensi makna yang terkandung di dalam ayat di atas, tersirat adanya kecenderungan pada titik tekan ikhtiyar, usaha dan bekerja yang sama sekali tidak mengesampingkan aspek-aspek spiritual sebagai pengendalian “nilai dan makna hidup”, bagi manusia.</p>
<p>Model pembangunan yang hanya memfokuskan pada pertumbuhan ekonomi hanya akan memisahkan atau mengasingkan aspek spiritual tadi. Alienasi antara keduanya akan tercermin pada pemisahan agama yang tidak menyatu dengan aktifitas pelembagaan ekonomi. Keadaan seperti ini akan mendorong pada disintegrasi tata nilai dan norma antara aspek spritual dan ekonomi. Ini berarti bahwa; ekonomi merupakan sistem nilai tersendiri dan aspek spiritual juga punya tata nilai sendiri. Akibatnya, gerakan ekonomi berjalan secara diametral/terpisah dengan sistem nilai spiritual. Pada gilirannnya gerakan ekonomi berjalan bebas tanpa spiritualitas dan meluncurkan sikap kompetitif yang bila tidak dikontrol oleh apek spiritual (nilai-nilai rohania, moralitas dan kejiwaan) akan cenderung ke arah pembentukan faham individualisme, materialisme dan konsumerismenya yang pada akhirnya tercipta budaya “Hedonisme” yaitu ‘pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama dalam hidup.’ Dan yang jelas faham dan budaya semacam ini bertentangan keras dengan “Etika berekonomi” dan moralitas dalam Islam.</p>
<p>Disinilah pentingnya media dakwah yang partisipatif yang secara interaktif dapat mengintegrasikan kembali nilai spiritual dan aspek ekonomi sebagai tumpuan hidup. Dalam kaitan ini, Allah SWT mendorong adanya interaksi dari sekelompok umat Islam untuk memasarkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar: mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104 :</p>
<p>Artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”</p>
<p>Dan dalam kerangka operasional pelaksanaannya, harus menggunakan media dakwah yang ideal, konseptual dan partisipatif, Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an :</p>
<p>Artinya : “Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang Maha Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan<br />
– Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang menadapat petunjuk.”<br />
(Qs. An Nahl : 25)</p>
<p>Ketika dinamika kemasyarakatan mengalami perubahan yang sedemikian dahsyat, sebagai akibat proses modernisasi yang sarat dengan dominasi ekonomi, kemajuan tekhnologi, melubernya informasi dan tingginya tingkat mobilitas/perpindahan manusia dalam bentuk urbanisasi misalnya, jelas akan mengubah pola dan wajah perilaku masyarakat menjadi individualistik, materialistik dan tumbuh dan berkembangnya budaya “Hedonisme” yang tentunya akan meruntuhkan struktur sosial yang sudah mapan.</p>
<p>“Kegelisahan sosial” yang diakibatkan oleh alih tehnologi material yang tidak terkontrol menuntut adanya strategi baru dalam dakwah mengajak kepada kebaikan.  Dakwah di era Tekhnologi canggih seperti ini tidak cukup hanya dengan dakwah secara verbal: dari mimbar ke mimbar, tapi segala cara harus ditempuh agar bagaiamana pesan amar makruf nahi mungkar ini bisa sampai ke telinga umat Islam pada khususnya. Untuk itu kecanggihan tekhnologi ini harus dimanfaatkan secara posistif dan maksimal untuk mengontrol perilaku umat agar sesuai dengan ajaran-ajaran agama.</p>
<p>Konsep yang paling mendasar dalam dakwah adalah menyadarkan mansia dari;</p>
<p>Pertama : mamahami kembali makna dan tujuan hidup yang sebenarnya, dan yang<br />
Kedua : menanamkan pandangan menganggap bahwa “dunia” adalah kebendaan dan kekayaan materi “merupakan realitas yang terendah.” Namun demikian Islam tidak mengajak manusia kepada faham fatalistik, memusuhi dunia secara total tapi menjadikan dunia bukan sebagai tujuan hidup tapi hanya sebagai jalan untuk menggapai kehidupan abadi setelah mati. Oleh<br />
karenanya agama Islam tidak membelah dua wilayah spiritual dan realitas sosial menjadi dua wilayah yang berjalan sendiri-sendiri tapi saling sinergis dan melengkapi.</p>
<p>Allah mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh silau dunia. Karena ini tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan yang tiada guna. Al Qur’an Allah berfirman :<br />
Artinya : “Bukanlah kehidupan duniawi itu, kecuali  kesenangan yang menipu</p>
<p>Dalam surat yang lain Allah juga memperingatkan agar tidak mempertuhankan benda sehingga<br />
lupa bahwa dalam benda kekayaan itu ada hak bagi orang miskin. Artinya : “Berlomba untuk menumpuk kekayaan telah membuat kalian-kalian lupa (akan hakikat hidup), sampai kalian masuk keliang kubur.” (Qs. At Takatsur : 1 dan 2)</p>
<p>Kata-kata “DUNYA” disebut lebih dari seratus kali dalam Al Qur’an, hampir kesemuanya dalam konteks dikecam, minimal melecehkan orang-orang yang menganggap kenikmatan dan prestasi duniawi sebagai kenikmatan dan prestasi yang sejati. Demikian juga kata-kata “MAL atau AMWAL” disebutkan sekitar 78 kali dalam Al Qur’an lebih banyak memberikan “peringatan” agar manusia tidak sampai tertipu dengan memandang kekayaan materi sebagai tujuan, disatu sisi dan pada pihak yang lain Al-Qur’an memberikan “dorongan” agar manusia bergegas menggunakan kekayaannya sebagai alat untuk mencari kebahagiaan sejati di akhirat. Lalu caranya bagaimana ? Allah Azza Wa Jalla memberikan petunjuknya melalui firmannya dalam Al Qur’an Surat As Shaff ayat 10 dan 11 :</p>
<p>Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan<br />
yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih ? (yaitu) kamu beriman kepada Allah,<br />
Utusannya dan berjuanglah di jalan kebaikan dengan harta dan potensi pribadimu. Itulah<br />
yang lebih baik bagimu, sekiranya engkau tahu.”</p>
<p>Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan bimbingan, Taufiq serta hidayah dari Allah SWT. Amin 3x Yaa &#8230;&#8230; Robbal ‘Alamin !</p>
<p>Ustadz Muhammad Afifuddin, Lc</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=80&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/21/pengajian-raktualisasi-amar-maruf-nahi-munkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan Bakso dan Sekrup</title>
		<link>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/14/makan-bakso-dan-sekrup/</link>
		<comments>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/14/makan-bakso-dan-sekrup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 07:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelapahijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kelapahijau.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Pada Sabtu alam Minggu kemarin, Irwan bersama pacarnya Yoni membeli bakso di warung &#8216;Bakso Kota Jogja&#8217; milik Bang Johan. Dengan uang pas-pasan Irwan melihat papan yang tertempel, kalau bakso itu hanya Rp.5.000 perak.
Iwan: &#8220;Saya pesan dua mangkok, Bang!&#8221;
Sesaat kemudian bakso siap untuk disantap, Irwan dan pacarnya menyantap bakso tersebut dengan lezatnya. Namun ketika Irwan sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=67&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada Sabtu alam Minggu kemarin, Irwan bersama pacarnya Yoni membeli bakso di warung &#8216;Bakso Kota Jogja&#8217; milik Bang Johan. Dengan uang pas-pasan Irwan melihat papan yang tertempel, kalau bakso itu hanya Rp.5.000 perak.</p>
<p>Iwan: &#8220;Saya pesan dua mangkok, Bang!&#8221;</p>
<p>Sesaat kemudian bakso siap untuk disantap, Irwan dan pacarnya menyantap bakso tersebut dengan lezatnya. Namun ketika Irwan sedang enak-enaknya makan pentol, tiba-tiba giginya mengigit sesuatu yang amat keras sehingga menimbulkan suara, (klotakk..klotak..kretekk). Irwan sesaat merasa malu, karena menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Irwan: &#8220;Apaan nih! Bang?, (sambil mengeluarkan isi di mulutnya, Irwan menemukan sekrup di tengah pentol daging baksonya). Gila bener ada sekrupnya.&#8221;</p>
<p>Lalu Irwan mendatangi Bang Johan. Ia ingin mengadu atas kejadian tersebut.</p>
<p>Irwan: &#8220;Bang, Gimana kok di bakso ada sekrupnya!!&#8221;<br />
Bang Johan: &#8220;Kamu ini Gimana, wong bakso cuma Rp. 5000,- kok! minta bonus sepeda motor, Ya..sekrupnya saja cukup.. tho&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kelapahijau.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kelapahijau.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kelapahijau.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kelapahijau.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kelapahijau.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kelapahijau.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kelapahijau.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kelapahijau.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kelapahijau.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kelapahijau.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kelapahijau.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kelapahijau.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kelapahijau.wordpress.com&blog=2271914&post=67&subd=kelapahijau&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kelapahijau.wordpress.com/2008/07/14/makan-bakso-dan-sekrup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33f3ddbe2b48b1e6626382aeabbf504b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kelapahijau</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>