Menyambut Hari Raya Muharam (24 1207)

Menyambut Hari Raya Muharam (24 1207)
ADA APA DENGAN HARI ASYURA’

Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua telah di atur Allah swt silih berganti.
Allah ta’ala berfirman: Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu ýDia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram” (At-Taubah 36).
Sungguh berbahagia, karena kita masih diberi kesempatan untuk dapat memasuki salah satu ‘bulan haram, yang memiliki sejarah besar tentang orang-orang sebelum kita yaitu bulan Muharram, yang tidak mungkin dilupakan oleh segenap kaum muslimin. Dan marilah kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 10 Muharram yang lebih dikenal dengan Hari ‘Asyura’, yang mana kita ingat kembali betapa para Nabi mendapat kemenangan pada hari itu. ‘ Hari Asyura’ juga dianggap sebagai hari besar umat Islam, karena ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat itu.
Bahwasanya pada hari asyura’ itu, para Nabi dan Rasul banyak mendapat anugrah dari Allah swt yang maha suci, sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab salaf diantaranya:
1. Nabi Adam as diterima taubatnya oleh Allah swt pada hari asyura’, karena ketika masih di surga, beliau telah memakan buah larangan (khuldi), sehingga beliau bersama istrinya (Hawa) di turunkan kedunia, sejak itu beliau mempergiat kebaktian (ibadahnya) kepada Allah swt sehingga di terima taubatnya. Dalam ibadahnya Nabi Adam as selalu membaca doa: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-Arraf: 23).
2. Nabi Idris as pada hari asyura’ memperoleh derajat yang luhur, disebabkan karena beliau bersifat belas kasihan kepada sesamanya. Dan beliau sangat memperhatikan dan membantu malaikat dalam mengatur matahari, sehingga berkat do’a Nabi Idris as, malaikat itu bisa menjalankan tugasnya lebih mudah.
3. Nabi Musa as pada hari asyura’ mendapat anugrah kitab taurat. Hal itu terjadi ketika beliau berada di bukit Thursina (Sinai), menerima wahyu dari Allah swt langsung tanpa perantara malaikat Jibril seperti ketika Nabi Muhammad saw bermi’raj.
4. Nabi Ibrahim as pada hari asyura’ terhindar dari siksaan raja Namrud, karena di tuduh menghancurkan berhala dikuil tempat pemujaan Namrud, meskipun beliau sudah dilemparkan kedalam api unggun yang menyala-nyala dengan hebat namun beliau selamat, tidak merasa panas, tidak pula terbakar badannya, karena beliau tetap dalam keimanan dan percaya kepada keadilan Allah. Pada saat itu Allah swt memerintahkan api untuk menjadi dingin. Artinya: Kami berfirman ‘hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim’. (QS. Anbiya: 69).
5. Nabi Nuh as pada hari asyura’ turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, terhindar dari air bah dan taufan yang dasyat. Pada hari itu Nabi Nuh as bersama kaum muslimin di selamatkan oleh Allah swt dan habis binasalah orang-orang yang durhaka kepada Allah swt. Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman: Di firmankan: ‘Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. (QS. Huud: 48)
6. Nabi Yusuf as pada hari asyura’ di bebaskan dari penjara mesir. Karena sebelumnya ia dituduh Zulaikha yang mendakwa Nabi Yusuf as memperkosanya. Padahal sebaliknya, bahwa wanita itu yang mengajak berbuat zina dan Nabi Yusuf as menolak hal itu, akan tetapi malah beliaulah yang di tuduh. Dan ketika diperiksa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Nabi Yusuf as yang bersalah, yang benar dan adil akan menang sedang kedzaliman akhirnya akan ketahuan juga. Untuk menghindarkan diri dari fitnah Zulaikha selanjutnya, akhirnya beliau memohon kepada Allah untuk di masukkan kedalam Yusuf berkata ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka kepadaku. (QS. Yusuf: 33)
7. Nabi Ya’kub as pada hari asyura’ sembuh dari penyakit mata. Sejak Nabi Ya’kub as mendengar kabar bahwa anaknya Yusuf sudah meninggal, beliau berduka cita dan merasa kehilangan anaknya, seringkali ia mengalirkan air mata sehingga akhirnya ia tidak dapat melihat lagi. Akan tetapi ketika mendengar kabar bahwa Yusuf dalam keadaan selamat dan kemudian menjadi wazir (menteri) dan mengirimkan bekas pakaian yang dipakainya dulu sebagai bukti. Maka ketika di usapkan kewajahnya terbukalah matanya sehingga beliau dapat melihat lagi. Artinya: Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka di letakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’kub, ýlalu kembalilah ia dapat melihat. (QS. Yusuf: 96).
8. Nabi Yunus as pada hari asyura’ dapat keluar dari perut ikan nun (jenis ikan yang sangat besar). Mula-mula beliau di kejar oleh umatnya yang tidak beriman, dan ketika beliau sampai di tepi laut untuk menghindarkan diri dari fitnah dan pembunuhan umatnya, beliau menceburkan diri kelaut dan di telan oleh ikan nun. Dan atas pertolongan Allah swt beliau tidak mati, akan tetapi kemudian dapat di muntahkan kembali ke tempat aman dan selamatlah beliau dari fitnah umatnya.
9. Nabi Sulaiman as pada hari asyura’ memperoleh istana yang indah. Beliau bukan saja rasul, tetapi juga menjadi raja bagi semua hewan, jin dan di segani oleh umatnya. Nabi Sulaiman as mensyukuri nikmat tersebut dan berkata:: ” Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatNya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku maha kaya lagi maha Mulia. (QS. An-Naml: 40).
10. Nabi Daud as pada hari asyura’ di sucikan dari dosa dan dibersihkan dari segala fitnah serta tuduhan. Di sebabkan beliau telah mengirimkan panglimanya hingga gugur, padahal sang panglima memiliki istri yang amat cantik. Akhirnya beliau mendapat tuduhan bahwa beliau memang ýmenghendaki kematian panglimanya untuk kemudian mengambil alih istrinya. Padahal hal tersebut tidaklah benar, karena para Nabi jauh dari sifat-sifat untuk berbuat maksiat.
11. Nabi Muhammad saw dan pengikutnya pada hari asyura’ mendapat anugrah dan kewaspadaan dalam menetapi hidayah Al-Qur’an. Oleh karena pentingnya kejadian-kejadian tersebut, yakni pada hari Asyura’ para Nabi banyak memperoleh anugrah dari Allah swt. Maka bagi umat Islam bilamana ia masih diberi kesempatan untuk menghirup udara pada hari asyura itu dan mengalami hari yang utama tersebut, disunnahkan (di utamakan) untuk menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak tafakur serta menambah amal ibadahnya yang lain. Lebih utama sejak tanggal 10 Muharram, atau setidaknya mulai tanggal 9 dan 10 muharram betul-betul di gunakan untuk tafakur dan berpuasa.

Adapun hadits-hadits Nabi yang menerangkan tentang kejadian-kejadian hari asyura dan keutamaannya yaitu:
1. Artinya: Dari Ibni Abbas ra mengatakan; Nabi saw datang ke Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi yang berpuasa Asyura’ (10 Muharram). Mereka berkata: “inilah hari kemenangan Musa terhadap Fir’aun”. Lalu Nabi saw bersabda kepada sahabat-sahabatnya; “kamu adalah lebih berhak atas Musa dari pada mereka, oleh sebab itu berpuasalah!. (HR. Bukhori).
2. Dari Abu Qatadah ra ia berkata: Nabi Muhammad saw di Tanya tentang puasa hari Asyura’ yang di jawabnya “Puasa Asyura itu menghapus dosa yang telah lalu. (HR. Muslim).
3. Dari Ibnu Abbas ra berkata: Rasulullah SAW bersabda; Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku benar-benar akan berpuasa tanggal 9 Muharram. (HR. Ahmad dan Muslim).

Hadits-hadits tersebut memuat tentang keutamaan puasa Asyura yakni tanggal 10 Muharram. Dan benar terjadi bahwa Nabi Muhammad saw berpuasa dan telah menyuruh berpuasa sebelum puasa Ramadhan di fardhukan. Hadits pertama menunjukkan besarnya perhatian Nabi Muhammad saw terhadap saudara-saudaranya sesama Nabi dan bahwa beliau bersama umatnya adalah lebih berhak menjunjung tinggi jasa mereka dan bergembira atas kesempurnaan pertolongan Allah swt kepada mereka, karena mengingat firman Allah swt dalam Al-Quran Artinya: Sungguh agama ini adalah agamamu semua, agama yang satu. (Al-Anbiya).
Puasa Asyura menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat tahun lalu. Dan keutamaan memuasainya ada tiga tingkatan yaitu sekurang-kurangnya hanya puasa tanggal 10 Muharram saja, dan yang utama dari itu puasa tanggal 9 dan 10 Muharram dan yang lebih utama dari itu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Marilah kita bersama-sama melaksanakan amanat Allah dan rasul-Nya, dengan niat ikhlas karena mengharap ridha Allah swt semata-mata, terutama pada bulan Muharram ini semoga Allah memberi jalan dan petunjuk bagi kita “Maka tegakkan dirimu dalam agama Allah secara ikhlas, fitrah Allah yang telah menciptakan manusia di atasnya” (QS. Ar-Ruum).
Wallahu a’lam bissowab – Ustadz Nur Rohim Yunus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: